"sudahlah apalagi yang kamu cari?" radi masih bertanya dalam hatinya berharap sampai hati yang lainnya, disaksikan tiga cangkir kopi dan 3 bungkus kue pia, berdiri dari kursinya kemudian duduk lagi sambil mengusap-memukul pahanya tidak jelas apa yang mau ia lakukan, melirik ke arah lampu ked hpnya berharap warna biru yang berkedip, karena dia tahu benar jika warna itu yang berkedip itu pasti dari Sasha. tanpa sadar kalutnya Radi meninabobokan dia, mungkin itu jalan Tuhan agar hatinya tidak bekerja keras merasakan dugaan dari pikirannya. bukankah dengan seperti itu dia lupa berdoa untuk yang dikasihinya agar baik2 saja, atau bahkan dia bisa berdoa agar dia bisa melupakannya, mungkinkah dia bermimpi tentang Sasha? tapi memang harapan bagi siapa saja yang berharap selalu saja tercipta tanpa sengaja walau itu harus dihadirkan di mimpi. radi terbangun dari tidurnya bukan karena mimpinya tapi karena keadaan tidurnya yang membebani lehernya, semalaman dia tertidur dengan keadaan duduk, tak ada yang menopang lehernya tak ada yang menopang punggunya dengan benar, dan tak ada yang yang menopang harapannya. dia berdiri dari duduknya berjalan kearah dapur untuk minum. kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk tidur lagi. tepat pukul sepuluh pagi Radi bangun, seperti anak muda kebanyakan yang bangun tidur mencari gadget bukan mencari sarapan, betapa kagetnya dia ketika dia melihat 12 misscall dari Sasha, dengan cepat dia menghubungi nomer Sasha tetapi tidak aktif, terus saja dia menghubungi nomer tersebut tetapi hal sama yang ia dapatkan, Radi semakin panik, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi selama ia tidur, apa yang ingin disampaikan Sasha selama ia tertidur? dengan cepat dia membuka twitter, lalu mencari tahu tentang Sasha, berharap ada petunjuk disana, tetap sama saja tidak ada jawaban disana, dengan waktu yang sama saat dia memandangi timeline Sasha hpnya berdering, kemudian Radi mengangkatnya "hallo!!!, eh buru ke kampus ada pak Jalal tuh, katanya mau minta tanda2 tangan? mau lulus gak lu!? ternyata bukan Sasha melainkan bungkus Sasa (mecin) dengan cepat Radi mempersiapkan diri untuk ke kampus. setibanya dia di kampus Radi langsung mengurus berkas kelulusannya, akhirnya dia akan wisuda bulan depan, dirinya senang bukan kepalang, dia memberikan kabar baik ini ke orang tuanya di kampung, kemudian dia menghubungi Sasha karena permintaan Sasha agar Radi lulus tahun ini bisa tercapai. "nomer yang anda sedang sibuk, cobalah sesaat lagi............" saat dia mencoba lagi, tiba2 hpnya mati karena lowbat, Radi memutuskan untuk pulang karena chargeran hpnya tertinggal dirumah, saat keluar dari gedung parkir dia bertemu dengan teman2nya yang secara otomatis mengajaknya untuk merayakan keberhasilan dia dan teman2nya hari ini "di mau kemana sih lau? kita syukuran dulu lah" Jaya mengajaknya untuk pergi main "hehe, hmmmmm ta..." belum Radi menyelesaikan kalimatnya Samuel menimpalinya "lah lu batulu mau gak ikut, kakulu ah, sebentar aja sial, gak sampe pagi, palingan juga sampe jam sembilan, yaudah ayo gak usah pake mikir" Radi gak mungkin bisa mengelak lagi, alasan apapun tidak bisa dia gunakan, "yauds gout ikut" berangkatlah mereka ke mana tau dah. sepulangnya Radi di kostan dia menemukan sepucuk surat di depan pintunya, surat itu dari Sasha, dengan cepat Radi membuka lalu membacanya "Radi tadi aku nunggu disini dari jam 4 sore, aku hubungin kamu tapi nomer kamu sibuk terus gak aktip, aku cuma mau bilang..........
TO BE CONTINUED........
Sabtu, 08 Februari 2014
Senin, 13 Januari 2014
cilukBA!! wah NJIR lu kaget gw
Haloooo, udah lama nih gak posting. Hahaha kemarin-kemarin
gw agak keilangan arah gitu dah, tau jalan pulang tapi gak tau dapur dimana,
jadi susah makan, terus gara2 perut kosong gw jadi susah tidur, merindupun
sampe ngelindur. Jakarta heboh nich, yoiiiii pasti karena banjir. Heboh tuh ye?
Alah biasa aja, banjir itu hal biasa menurut gw yang udah ngalamin banjir
setinggi satu jengkal di atas kepala gw, jadi kalo belum ngalamin apa yang
dialamin gw dan ada yang lebih parah dari gw pastinya jangan bacot lu njing!!!!
Oke disini gw mau kasih tau gimana caranya ngadepin banjir/antisipasi
banjir dengan cara yang telah gw pikirkan matang-matang bersama kedua orang tua
gw
1.
1. Berdoa kepada yang maha kuasa agar tidak
didatangkan bencana banjir, jangan bertanya pada rumput yang bergoyang ataupun
pada ask.fm ataupun simisimi.
2.
2. Tinggikan rumah bukan membuat tingkat tapi
tinggikan kedudukan rumah anda, barang tentu kita sudah tau kapan intensitas
hujan akan tinggi, nah selama hal itu belum terjadi pasti banyak waktu untuk melaksanakan sesuatu jalan terbaik adalah dengan cara meninggikan rumah, untuk
meninggikan rumah berapa ukurannya, silahkan kalian rembukan sendiri kepada
anggota keluarga anda. Lebih tinggi lebih baik kalo menurut saya. Selamat mencoba
J
3.
3. Buat sumur resapan di sekitar rumah anda, ingat
sumur resapan!!! Bukan sumur sember air,
jika saat kita membuat sumur untuk sember air kita perlu kedalaman sekitar
10-15 meter maka untuk ini bisa lebih, syukur2 saat penggalian kita akan
menemukan benda berharga. Who know? Only heaven know (maybe my love will someday
only heaven know) bikin sebanyak mungkin agar lebih banyak air yang
masuk saat banjir. Kenapa cara ini termasuk dalam rencana gw dan kedua orang
tua gw, kita punya hitung2annya! Jeng jeng, jika kita menggali sumur sedalam
20m kemudian dengan diameter 7m maka volumenya 770m3 kalo kita bikin
ada 5 sumur maka akan ada 3850m3 air yang akan masik ke sumur, kalo
kemarin banjir yang masuk kerumah gw itu ada sekitar kira2 84m3 beh
lebih kan, berarti kalo rumah gw cukup satu sumur aja. Kiranya begitu
4.
4. Santai dan tenang, buat kegiatan yang lebih berarti dan bermanfaat bagi orang banyak itu yang penting juga bro,
sebelum banjir pastinya dataran terendah yang ada disekitar rumah kita dulu
pastinya yang kena genangan air, dan momen tersebut harus kita manfaatkan,
caranya dengan memancing. Yuhuuuuu, mancing disini yang seru ialah, mancing
ikan, kalo ada tempat pemancingan disekitar rumah, sebaiknya anda memancing di
areal tersebut, karena peluangnya lebih besar, mancing yang selanjutnya ialah, mancing konde, bagi yang sudah memiliki pasangan sebaiknya jangan melakukan hal
yang kedua ini, karena sungguh sangat beresiko. Setelah kita dapat ikan,
ikannya bisa kita makan ramai2 bersama para calon korban banjir, dan jika kita
juga mendapatkan “konde” kita konsumsi sendiri, cara menikmatinya bisa di bolak
balik, seperti memanggang ikan.
5.
5. Bangun sarana bermain air, hal ini bisa
dilakukan bersamaan dengan kegiatan meninggikan rumah dan atau membuat sumur
resapan tadi, pembuatan sarana bermain air ini berguna untuk menghilangkan kejenuhan saat banjir sudah melanda, apabila cara nomor 2 dan3 sudah tidak
berguna lagi, sarana bermain ini bisa berupa, prosodan, ombak buatan,
sengkedan, terasering dan sebagainya.
Jumat, 06 September 2013
Menolak Ditolak
Yuhuuu. Apdet lagi nih gw, gw lagi pengn beli
mobil, makanya sering apdet sering dagang, sering ngopi, sering mikirin kamu.
Kali ini gw mau apdet peristiwa yang mungkin
orang jarang alamin, yap sesuai judul gw mau angkat tentang menolak ditolak, ya
biasanya orang kalo ditolak tuh ya apasih ya, galau, meringis di gitu deh,
merasa patah arang, meresa apayah, gw gak tau deh rasanya, karena gw (anggep
aja) gak pernah ditolak. Yuks langsung ke pokok bahasan
1. 1. Tanya orang tua si penolak
Biasanya orang kalo nolak itu
alasan paling ampuh ya kalo dia gak boleh pacaran sama orang tuanya “aku gak
boleh pacaran” #tolakhalus udeh dah lu langsung stuck in the momment and you can’t get out – U2. Kalo emang lu gak
yakin sama alasan itu, lu bisa coba cara ini, lu dateng ke rumah si penolak,
kemudian lu temui orang tuanya (baca tips menemui orang tua/calon mertua di
sumber terpercaya) dan coba tanyakan apa benar begitu adanya? Jika benar maka
benar, jika salah maka bersabarlah.
2.
2. Tunjukan kartu tanda penduduk
Ini yang jadi andalan juga kalo
buat nolak, perkara kedewasaan, yakalo pengen nerima yang dewasa kenapa dia gak
pacaran sama orang udah kepala 4? Kan mateng banget. Kalo kalian ditolak dengan
alasan ini, maka hal yang kalian perlukan adalah menunjukan kartu tanda
penduduk, yap karena itu adalah kartu di bawah naungan UU yang secara langsung
menunjukan kalau diri anda sudah dewasa, atau bisa juga menunjukan tanda-tanda
kalau kalian sudah akhil baligh.
3. 3. Ajaklah menikah 1/2/3 bulan
kedepan
Mungkin ini juga alasan yang
sering didengar di renungkan diratapi, dilema deh. Yaps “gw gak mau pacaran, gw
maunya taaruf” apasih taaruf itu, taaruf bisa juga dibilang penjajakan sebelum
pernikahan, biasanya 1-3 bulan setelah perkenalan. Ya lu bisa coba cara ini
kalo emang ditolak untuk pacaran, terima aja tawaran untuk taaruf, janjikan
pernikahan, janjikan kebahagiaan di masa depan, janjikan sebuah keluarga yang
sakinah mawadah warahmah, dan kemudian ditepati janji itu.
4. 4. Tikung
Ini mungkin cara yang kurang baik namun ada etikanya, ketika lu menyatakan perasaan terus ditolak dengan “gw udah punya pacar” denger gitu rasanya kan gimana yak, ah ini sih kesalan lu juga kali gak kepo pas tahap riset, terus seakan yakin kalo dia gak punya pacar. Semua belum berakhir tapinya, masih ada cara lain yaitu ‘tikung’ ketika lu mau nikung lu harus tau apa yang harus ditikung, siapa yang harus ditikung, misalnya, lu mau nikung ninja 250cc pake motor vespa, sampe lebaran marmut lu gak akan bisa nikung. Hal tersebut yang gw bilang etika
5.
5. Pantaskan Diri
Berat namun ada hasilnya, hal
ini biasa ditemukan pada mereka yang saling suka, saling memiliki rasa yang
sama, rasa segalanya, namun ada tembok yang menghalanginya, apa itu temboknya,
yaitu orang tua. Biasanya sih ini dari pihak wanita, biasanya. Orang tua si
wanita tidak ingin anaknya didampingi oleh lelaki sembarangan, ya itu bener,
semakin berkembangnya jaman pikiran semakin realistis, mertua tidak makan
ganteng! Gimana caranya membuat pintu di tembok itu, caranya adalah, pantaskan
diri, berupa apa? Ganteng; ganteng tampang, ganteng sandang, ganteng papan,
ganteng pangan, ganteng kendaraan, ganteng pekerjaan.
Setelah membaca tulisan di atas, kalian jangan
beranggapan bahwa semua penolakan ada cara penolakannya dengan menurunkan rumus
di atas, menjadi rumus baru, ingat ini bukan fisika, matematika, kimia atau
lainnya. Ada penolakan yang mutlak tidak bisa ditolak. Dan untungnya cuma ada
satu apa itu?? Jeng jeng jeng
DIA BUKAN JODOH ANDA!!!
Selasa, 03 September 2013
#3 Story of Bunga_End
Masih di Rumah Bunga
Sumpah
gw gak bisa apa2 ngeliat itu semua, gak kepkiran lagi kayak di ftv kalo pundak
gw akan kepake, gw kepikiran juga sama pertanyaan yang dilontarin ke gw, gw
Cuma bisa liat bunga nutupin mukanaya pake kedua telapak tangannya, berharap
itu semua bisa nutupin kesedihannya yang udah jelas2 keliatan, gw makin gak
ngerti sama apa yang bunga tanyain, apa bunga lagi ngerasa kehilangan atau
bunga lagi menghilang terus dia nyesel? Suasana makin sepi, suara jangkrik udha
gak serame sebelumnya, makin dingin, tulang rahang kerasa kaku karena kena
angin dingin, suara nangisnya bunga makin parau makin lirih, gak ngeluarin
kalimat apapun “bung, gw gak tau itu kapan, tapi pasti kok, ada cara untuk
berjalan, ada jalan untuk menemukan, sabar aja” gw bilang gitu ke bunga, tiba2
bunga berenti nangis, ish berhasil nih kalimat gw buat nenangin dia, dia usap2
aer matanya, terus dia turunin tangannya dari mukanya, sampe kedua telapak
tangannya megang lututnya, dia gerakin pundaknya naek terus turun dia tarik
nafas dalem, terus dia buang. terus di liatin gw, daleeeeeem banget, tajem
banget tatapannya, matanya masih berkaca banget, cerminan suasana dirinya kalo
dia bener2 sedih, gw ulurin tangan gw coba usap2 kepalanya, sebelum tangan gw
sampe, bunga tiba2 melotot ke gw, pupilnya membesar, tangannya mengepal,
mukanya nakutin banget, terus dia teriak ke gw “lu goblok ya yan, lu gak ngerti
bahasa Indonesia!? Gw kan nanya kapan? Lu tau arti dari kapan!? Tau kanlu
jawaban dari pertanyaan kapan!? | “gak gitu bung bukan gitu maksud gw ya ya
yaaa......” gw gak bisa nerusin kalimat gw, tiba-tiba bunga diem, bener-bener
diem, gak ada suara sama sekali, sesegukannya ilang, hening hening banget, gak
ada backsound malem lagi, suara
jangrik gak ada, suara katak gak ada, suara tetesan air bekas ujan juga gak
kedengeran lagi, mungkin karena terikan tadi. Tiba-tiba gagang pintu rumah
bergerak ke bawah, tanda ada orang yang akan segera membuka pintunya, siapa
lagi yang akan keluar kalau bukan Pak Raflesh, beliau keluar dengan muka garang
bercampur iba, gw tau kemana dua ekspresi itu akan diberikan, kemudian
ditodongkannya senapan angin ke arah kaki gw, jari telunjuknya memaku pelatuk
senapan, “sebaiknya kamu angkat kaki dari sini!!!, urusan kamu hanya dengan
saya, dan ini sudah selesai. Pergi dari sini!!!” gw gak bisa ngapa2in lagi,
senapan njir, “pak maaf pak, bu..” | “ kamu tidak mengerti dengan apa yang saya
bicarakan!? Angkat kaki dari tempat ini!!! | “baik pak saya mengerti, mohon
maaf atas ketidaknyamanannya. Selamat malam.” Gw pergi gak pake ucapan selamet
malam, selamet tidur buat bunga, senyum2 perpisahan juga engga, gw kira bisa
semudah ftv, ya sekalinya buruk juga gak kayak gini deh, gw jalan ke arah vespa
gw di parkirin, gw coba nyalahin vespa gw, dan gak taunya gak nyala2, gw coba
terus sela, tapi tetep gak nyala, terpaksa gw dorong dulu sampe keluar pager,
pas udah di luar gw masih coba sela, eh gak nyala juga, gw coba cek bensin, “shit shit shit, fucking shitski(gak tau
gw ini ada artinya apa engga), ya Allah astagfirullah, maaf ya Allah, aku
khilaf” yauds gw dorong motor deh sampe ke pom bnesin terdekat, gak tau deh
berapa lam gw dorong motor, pokoknya gw sampe ganti baju 2 kali gara-gara basah
keringet, motor gw udah keisi bensin dan udah gw pastikan nyala, gw gak mau
langsung jalan.
Di Warkop
Gw ke warkop dulu, yap that is the place that only i can relax
myself, karena warkop itu murah dan bersahaja, tempat duduknya panjang, gak
sendiri2, siapapun bisa ngejangkau gw, dan gw bisa ngejangkau siapapun dan
jangkauan adalah salah satu unsur dari rasa kepedulian, dan kepedulian akan
menimbulkan suasana kebersahajaan. “a, kopi hiji nyak “ | “kopi naon?” | “kopi
hideung a, nu panas nyak caina, ngaduknya nu lila nyak a” | “beres kang” kenapa
gw minta si aa ngaduknya lama, karena kata bapak gw, kalo bikin kopi item tuh
ngaduknya harus lama, airnya juga harus panas banget, gw gak ngerti kenapa,
tapi itu emang kebukti, bisa di tanya ke siapapun yang pernah gw buatin kopi,
tanya aja ke bapak gw, sama ke lukman, lukman aja sampe bikin nama buat kopi
bikinan gw, ‘kopi raja bumi langit tak mendengar’ haha aneh kan, kalo
sewaktu-waktu gw punya warkop, gw akan masukin nama itu di daftar menu gw. Gw
masih mikirin kejadian barusan, gw pusing banget dah, gak bisa gw mikir ini
sendirian, gw langsung sms Likman buat dia nemenin gw mikir, karena dia pinter,
jenius malah. Setelah gw nunggu selama 30 detik akhirnya dia datang juga, cepet
banget kan dia, iyalah orang dia udah daritadi di warkop, Cuma tadi dia lagi di
kolong meja. Yauds gw langsung cerita tuh sama lukaman duduk perkaranya gimana,
gini ceritanya, ahtapi gw sensor ah, terlalu frontal kalo gw tulis disini, kalo
mau kepo langsung tanya ke penulisnya aja, dia biasanya ada di gedung B. Inti dari
percakapan sih, si lukman ngasih saran buat gw untuk mastiin apa yang sebenrnya
mau Bunga sampaikan, karena kejadian barusan itu semua masih tersirat. Wanita memang
selalu seperti itu ya, kode-kode gitu, yang gw tau sih maksudnya biar para pria
itu tahu tentang apa yang mereka inginkan, tapi kalo si pria salah baca kode,
si wanita marah, apa salahnya sih tinggal to the point, kan selesai, yatapi
kalo dipikir-pikir itu gak seru, jadi kayak pembantu dan majika, si majikan
ngasih perintah si pembantu tinggal melaksanakan, gitu gak sih? Gak tau juga
deh. Setelah denger nasihat dari Lukman gw putuskan untuk balik lagi ketempat
Bunga.
Balik Ke
Tempat Bunga
Tepat jam
abis maghrib 2 miggu setelah kejadian malam itu, gw udah siap semuanya, kali
ini gw gak pake vespa, tapi pakai mio, kenapa, gw gak mau lagi jadi ganteng di
depan dia, gak ada niat lagi ambil hati bapaknya karena sesama pengguna vespa,
lagian kalo pake mio kan gak kedengeran tuh suara mesinnya, jadi Bunga dan atau
bapaknya gak akan mengenali kalo yang datang itu gw. Ketika gw sampe rumahnya. Jengjeng,
semuanya keliatna beda, 1800 biasanya yang pagernya bersih, ini
mulai keliatan karat banyak, pas gw coba buka slot gemboknya, itu udah gak slip
kaya biasanya, seret banget, bunyi berdecit setiap senti gw geser slotnya,
bikin telinga gw sakit dengernya, begitu juga pas gw buka pintu gerbangya,
berat banget kayak ada yang ganjel. Pintu udah kebuka selebar gw bisa masukin
motor, gw mulai dorong motor, gw tutup pintu gerbangya lagi seperti semula, dan
mulai dari sini setiap langkah yang gw ambil berbanding lurus 2 kali lipat sama
detak jantung gw, gw makin deg2an, tangan gw mulai ngeluarin keringet, sumpah gw
gak bisa rileks banget, dan yang bikin gw tambah deg2an lagi, suasana taman
yang sebelumnya enak, udah gak ada lagi, lampu taman mati, banyak daun-daun
yang berguguran, jadi setiap hewan kecil yang beraktifitas, nyiptain nada yang
gak enak di denger karena menyeret daun-daun yang gugur, di tambah lagi
suasanyanya yang lembab gitu, di setiap deket dinding terowongan tamannya,
aromanya udah gak seasri sebelumnya, bau menyengat dari kotoran tikuwsyang ada
di pinggir2 batu nusuk banget di hidung gw. Apa mungkin udah gak di urus lagi
ya sama si bapak? Atau si bapak lagi sakit, atau lagi dinas di luar kota, tapi
kok gak ada yang gantiin gitu buat ngurusin, semakin deket gw sama pintu
rumahnya bunga, semakin gw deg-degan jantung gw, gw putusin buat bakar rokok
dulu sebatang, sekedar buat bikin rilex, ya gw sugestiin aja gitu dulu, tapi
setelah rokok gw abis, gw gak ngerasain perubahaan membaik, malah gw mulai
ngerasa nyesek, dan mulai batuk-batuk. Gw coba deketin pintunya, gw ketok
jendelanya, sampe sekitar 3 menit tapi belum ada jawaban, gw coba ketok
pintunya, sekali gw ketok, itu pintu langsung kedorong, ah masa ini pintu gak
ditutup rapet? Gw tunggu dulu sebentar, kali aja ada yang keluar, gak taunya
gak ada! Karena penasaran gw coba untuk masuk ke ke dalem, ruang depannya gelap
banget, lantainya banyak debu, kayak gak pernah disapu, gw coba nyalahin lampu,
semua lampu nyala, sampe ke lampu taman, kecuali ruang tamu, semakin jelas
berantakannya taman sama ruang depannya, prabotan, hiasan dan kursi ruang depan
semuanya berdebu, kayak udah ditinggal berbulan-bulan, gw semakin penasaran,
yaudah gw coba ke ruang tamu buat nyalahin lampu, pas gw nyalahin lampu ruang
tamu, sumpah gw kaget banget sama apa yang gw liat, gw gak percaya sama apa
yang gw liat, gw Cuma bisa bengong sesaat, istighfar sebanyak yang gw bisa, gw
sebut asma Allah sebanyak yang gw tau, ruangan itu bersih semua, lantainya
mengkilap, semburat dari lampu kristalnya bagus banget, nempatin segala sisi
gelap ruangan, tapi gw liat banyak patung Bunga dimana-mana, warna putih,
ditail banget, dari ujung rambut sampe ujung kaki, ukiran bajunya dres putih,
tanpa lengan, seakan itu Cuma kain putih yang nutupin badannya sampe dada, ekspresinya
bahagia semua, patungnya banyak banget, semua gaya ada, jadi ngebentuk diorama
gitu mulai dia lagi makan di meja makan, dia lagi nyaksiin tv, dia lagi ngiket
rambutnya, dia lagi mijitin kakinya, dia lagi bawain cangkir teh, terus yang
bikin gw kaget, ada patungnya dia lagi duduk di kursi yang pernah gw duduk di
samping dia, posisinya sama, ekspresinya sama, pakeannya sama, senyumnya sama,
iketan rambutnya sama, gw mulai ngerasa takut disitu, yang makin bikin gw kaget
lagi ada patung dia pake baju astro boy sama celana jeans yang dia pake pas
pertama gw jalan sama dia buat benerin vespa bapaknya, percis semuanya, ada
lagi patung yang ngebentuk dia pas dia mau jalan buat ke acara temennya,
pakeannya, perhiasannya, sepatunya, sama persis dengan apa yang dia pake pas
waktu itu, disitu gw makin deg-degan, gw gak percaya sama apa yang gw liat,
semua patung yang gw liat, perasaan gw makin gak karuan, gw selalu sebut asma
Allah tanpa putus-putus, tapi gw juga semakin penasaran, gw coba naik ke atas,
karena ada cahaya yang keluar dari celah pintu, gw pikir ada seseorang disana,
semoga Bunga dan bapaknya, gw injek setiap anak tangga pelan2, sesekali gw liat
ke bawah, semakin jauh gw dari petung semakin serem ngeliat patung dengan
jumlah sebanyak itu. Setibanya gw di depan kamar, dan gw coba buka, ternyata
kamarnya dikunci, gw coba ketok, teriak manggil nama bunga dan bapaknya, tapi
gak ada jawaban, yaudah gw dobrak pintunya, jeng-jeng, gw makin gak percaya
dengan apa yang gw liat, ada tengkorak yang di bungkus kain kafan, terbaring di
atas kasur, di samping kasur ada keranda jenazah, gw gak tau ini tengkiorak
siapa, gw semakin deg-degan, gw mulai keringet dingin, kaki gw terasa lemes
banget, kepala gw sakit, gw gak kuat gw langsung duduk senderan di tembok, gw
masih terpaku sama apa yang gw liat, tengkorak yang di bungkus kain kafan,
wangi air mawar nyegat banget masuk ke idung gw setiap kali gw tarik napas, gw
denger suara air keran yang terbuka di dalem kamar mandi, gw coba deketin ke
kamar mandi dengan cara berangkan, gw gak berani liat tengkorak yang ada di
atas kasur, pas sampe depan pintu gw
langsung tarik handle pintu , gw buka pelan-pelan, pas gw masuk ternyata gak
ada apa-apa, lega rasanya gw, gw kira kan ada apa-apa gitu, Cuma ada aliran air
yang tumpah dari bak mandi karena bak mandinya penuh, gw deketin baknya buat
matiin keran air, dan pas gw mau keluar, gw dikagetin lagi dengan apa yang ada
di balik pintu, ada tengkorak menggantung di balik pintu, tengkoraknya pake
baju koko item, celana bahan item, sepatu pantopel item, sama pake peci, gw
reflek loncat kebelakang sampe kepala gw kebentur selang shower, diem gw, gak
bisa ngapa-ngapain, pikiran gw Cuma langsung lari keluar dari kamar mandi,
keluar dari kamar, keluar dari rumah ini, gw langsung lari ke arah pintu, dan
langsung keluar kamar, gw loncat dari lantai 2 ke arah bangku, gw keluar rumah,
gw nyalahin coba nyalahin motor, tapi gak nyalah-nyalah, yaudah gw dorong motor
sambil lari, sekitar udah 100m dari rumah bunga, gw berenti sejenak, gw
rileksin dulu diri gw, gw coba nyalahin motor, dan ketika motor nyalah, pas gw
mau jalan, tiba-tiba ada bunga di depan gw, gw gak tau ini bunga atau bukan,
dia senyum ke gw, bunga senyum ke gw, langsung bilang “mungkin benr kata kamu,
perpisahan Cuma bagian dari reinkarnasi pertemuan, nanti kita ketemu lagi ya J” | “bu bu bu bunga, iya bunga pasti, tapi kamu mau
kemana?” | “aku mau pulang, kamu pulang
sanah, udah mau larut nih, jangan begadang ya, jaga diri kamu baik-bai” | “tapi
rumah kamu ada itu aduuuuhhh” | “aku udah pindah, nati aku kasih tau alamatnya
yah, jangan pergi dengan ucapan selamat tinggal, karena kita akan ketemu lagi,
udah pergi sanah, makasih ya “ gw terus panggil-panggil Bunga, tapi dia gak
nengok, gw mau minta penjelasan dulu, tapi dia makin jauh, dan lama-lama udah
gak keliatan karena gelap mungkin. Gw masih belum tenang tapi juga udah senang
karena ketemu bunga, gw pergi cari warkop terdekat, buat ngopi, sampe di
warkop, gw langsung pesen kopi sama bubur kacang ijo. Sambil gw makan kacang
ijo gw coba nanya tentang rumahnya bunga ke abang penjaga warkop “a, tau rumah
yang ada di ujung komplek dalem gak, yang rumahnya sendirian” | “ooouuuwwh tau
atuh mas, orang sini siapa yang gak tau rumah itu mas” | “kok gitu mas? Apa karena
rumahnya jendral?” | “ ya bisa dibilang gitu mas, tapi ada yang lebih dari itu”
| “wah apatuh mas?” | “itu rumah udah setahun lebih gak ada penghuninya lagi,
semenjak anaknya almarhum pak jendral meninggal, siapa sih namanya, aduuuuhhh,
owh iya non Bunga, almarhum non Bunga meninggal” | “meninggal a?” | “iyah udah
sekitar setahun lebih mas, serem lagi mas meninggalnya, masalahnya bapaknya gak
mau anaknya dikubur, jadi pas udah dingajiin, dan disolatin, terus mau dikubur,
jenazah si bunga di bawa ke kamarnya almarhum non bunga dulu, terus non bunga
di tidurin di kasurnya, mungkin masih sedih kali ya bapaknya, tapi abis itu
orang-orang yang nyelawat pada di usir di todong senapan gitu, semuanya suruh
keluar, dan sampe sekarang setiap orang yang mau penyelidikan gak ada yang bisa
masuk, gak tau deh kenapa, apa karena ada setannya mungkin, jadi gak ada yang
tau kelanjutannya. Kenapa mas nanya gitu? mau beli rumahnya ya, atau lagi nyari
rumah? | “ah engga kok, Cuma nanya aja, eh udah nih a, berapa a? Kopi satu,
bubur kacang ijo satu, sama roti tawar 2?” | “jadi 8rb mas” | “nih mas, makasih
ya” gak pake lama gw langsung balik, ngebut, gw shock dengan apa yang gw denger
dari tukan kopi tadi. Kalo bunga sama bapaknya udah meninggal terus siapa yang
sama gw tempo hari?
Tamat
Minggu, 28 Juli 2013
Big Blue Sky Collapse
As I walk to the end of the lineI wonder if I should look back
Then I noticed the sign on your backIt boldly says try to walk away
Where the big blue sky collapse
To all of
the things that were said and done
I think we
should talk it over
Then I noticed the sign on your backIt boldly says try to walk away
I go on pretending I'll be ok
This morning it hits me hard that
Still everyday I think about you
I know for a fact that's not your problem
But if you change your mind you'll find meHanging on to the placeWhere the big blue sky collapse
As I stare at the wall in this room
The cracks they resemble your shadow
When everyday I see time goes byIn my head everything stood still
I'm waiting for things to unfreeze
Till you release me from the ice blockIt's been floating for ages washed up by the seaAnd it's drowning, thought you should know that
You see people are trying
To find their way back home
So I'll find my way to
you
Jumat, 26 Juli 2013
Kawan Bukan Kawanan
Razuma noverdi
Alias, zuma alias ncek, dia sahabat gw di bangku sebelah gw,
orang yang kalo makan abis itu nyesel, Cuma karena harga sama porsi sama
rasanya gak sesuai, maka dari itu dia milih gak ke kantin pas istirahat, biar
gak laper mata. Iya gw yang nemenin dia stay di kelas, Cuma modal sendok, trus
keliling dari meja ke meja yang ada kotak nasi kita bisa kenyang, bukan sekedar
ganjel perut. Iya dia jomblo sampe sekarang, gw gak tau kenapa dia jomblo,
padahal mukanya sama posturnya mirip kim boom, aseli mirip, Cuma dia gak di
tindik. Gw bisa cerita apa aja ke dia dari sepak bola sampe papan catur, sampe
ke urusan pria dewasa. Owh iya gw sama dia pernah dibilang sama wali kelas
sendiri kalo kita tuh “kalian murid paling gak berguna di kelas!! !”
Azwar Azhar
Alias, kiting, dia bukan teroris, gak tau kenapa gw bisa
kenal dia, gw kenal dia di akhir kelas 3, padahal, gw sama dia di kelas 3 dari
awal masuk, Cuma karena gw senasib sama dia, di judge sama guru BK kalo kita
itu “ibu khawatir kalian itu gak lulus UN apalagi dapet PTN” mulai dari situ gw
belajar bareng sama azwar. Dia itu pinter masak, pinter biologi, idenya gila,
PAndai DagANG. Iya dia jomblo, tapi dia tau bener siapa yang di galauin sampe
sekarang.
Dezky Oka Wahyudi
Gak ada alias. Iya dia Jomblo
Lukman Abdillah
Alias kuman, alias kimin, alias manbo, alias lukmin.
Pendengar yang baik, tau kapan harus ngasih solusi tau kapan harus diem, kalo
cerita ama dia tuh dia gak sekedar ngasih solusi, tapi bisa ngasih soul of sea, berasa damai beut(kayak
lagi di pantai) kalo lagi cerita ama dia. Orang paling selow, ya terkadang
mellow, peta berjalan Jakarta, tapi kalo di luar Jakarta, nol besar! Gw pernah
sama Azwar sama dia nyasar di Kota Solo, iya NYASAR, JALAN KAKI, padahal
kampungnya dia sendiri. Orang yang bikin gw ngerti kimia dari tadinya gw gak
ngerti sama sekali. Iya dia jomblo, tau bener siapa yang harus dia galauin
Muhammad Rifky Fadil Haris
Alias fadil, alias kidil. si buku sejarah berjalan yang gak
dijual di pasaran, kalo dia lagi diem itu artinya ada yang salah sama dia.
Calon jurnalis, iya bener2 jurnalis.
Listyo Tri Aprianto
Alias tyo, alias listy, alias cahyono. Ah males gw yo
sebenernya deskripsiin elu, Cuma gimana yak, lu cuhubut gw si yo, seadanya yak?
Kalem kan? jangan pernah nolak kalo di tawarin bapaknya makan di rumahnya, kalo
engga di perjalanan pulang, lu kena sial, yang udah2 si gitu. iya dia jomblo,
tyo jomblo, tyo jomblo
Kharifah Nauli
Rifaaaaaaa, perampuan yang paling sering gw kunjungin, tapi
gak sesering lukman, tyo, fadil, makanya gw sering dibilang sombong, oleh
karena itu, kalo gw kerumahnya, gw gak bilang salam gw bilang “sombong lu
fa!!!” biar gw gak dibilang sombong duluan, kalo gw kesana rambut depan gw
harus lewatin alis dikit, sampingnya jangan terlalu tipis, biar dibilang
ganteng sama dia. Engga dia ngga jomblo, no space buat kata jomblo kalo buat
dia mah.
Yusup Dharmawan
Alias Ucup, alias YUS!! Haha, mukanya mirip sule aseli dah.
Dia itu beda ama sahabat gw yang lain, dia itu partner gw bikin dosa, apa coba
hal baik yang pernah gw lakuin bareng dia, paling Cuma kasih nafkah tukang kopi
ama rokok di kampus, apalagi cup? Gak ada kan? nyebrangin nenek2 engga pernah,
bantuin persalinan ibu2 engga pernah, nambelin ban orang, juga gak pernah,
jagain sendal di masjid, apalagi! Owh iya masakin orang makanan, ah itu juga
gak higienis. Ngehek lu pak!!
Septi Mulyanti Siregar
Alias septong, alias eneng, alias batak. Ah capek sep gw
ngetik sep, gak papa kan? yang penting gw gak ngetik ada jomblo2nya sep,
abisnya kalo mau muji lu baik, udah banyak yang bilang, suaralu bagus, yaelah
jangan ditanya.
Sukron
Makmun
Sengaja gak gw pasang foto, biar kepo. jangan stalking, nanti melting.
JPG
KAPAN KITA AKAN SALING MENINGGALKAN KEMUDIAN MELUPAKAN????
Jumat, 12 Juli 2013
#2
KE RUMAH BUNGA
Huaaaaa
gw bangun tuh jam 05.30 pagi as ussual gw bangun solat, tidur lagi trus gw
bangun lagi jam 7. Langsung mandi trus makan, siap2 buat manasin vespa, trus
berangkat. Pas di perjalanan, gw rasa ada yang aneh, gw ngerasa ada yang
kurang, apaaaaaa yaaa gw inget2 sambil jalan, gw berharap kena lampu merah biar
gw bisa fokus ngingetnya, pas kena lampu merah kira2 660 detik gw mikir untuk
nginget, aiiiisssshhhh iya gw lupa BAB, gara2gw inget itu, langsung saraf otak
gw secara reflek ngirim rangsangan ke organ pencernaan gw, ngalirnya cepet tuh, berangkat
dah gw ke tempat nongkrong paling berkesan, di pm bensin terdekat yang
bias gw jangkau. Selesai itu gw langsung buru2 merapat kerumah Bunga. Bayangan
gw tentang pemandangan rumahnya di pagi hari itu kejadian. Gw jalan, pas bener
bunga jam sembilannya udah pada mekar, ditambah bintik2 air bekas disiram,
semua tanemannya udah kesiram, ckckckc, emang rajin ini si bapak Jendral. Gw
ketok jendela rumahnya, gw males ketok pintunya, kayu jati, tebel bener, sakit
tangan gw kalo ketok pintunya. Gak lama kemudian bunga keluar, lagi2
pemandangan basah gw liat, rambutnya bunga masih basah, setengah basah
tepatnya. “eh anaknya pak jendral, bapaknya mana?” gw langsung Tanya bunga gitu
sekalian gw buyarin kefokosan gw sama rambut basahnya “eh iya si mas, ayah
bapaknya udah berangkat dinas mas, ayah udah bilang kan nanti saya yang
temenin” | “iya udah kok, eh jangan panggil mas napa, panggil bian aja, itu
buat panggilan orang2 rumah doing” | “owh iya maaf yan, lu juga yan panggil gw
bunga aja ya” | “no problem lastrada bung” | “hahaha lastrada my super soocer,
sebentar ya gw siap2 dulu” | “oke bung, Je suis prêt à attendre”. Gak lama dia keluar, pake kaos warna biru turkis,
gambar astro boy, sama celana jeans warna biru pucet, sama mukanya cantik
bener, sama pake bando lebar warna item
JALAN KE BENGKEL
Gw jalan tuh sama bunga, ke bengkel vespa
langganan bapak gw, dan karena gw anaknya bapak gw, jadi gw juga langgana
disitu, ya jadi bisa dibilang tuh bengkel vespa langganan gw. Sampe disana gw
langsung ketemu sama mas masno, montir vespa paling pro disitu, kerjanaya cepet
bener, rapih lagi, murah senyum, kalo ngomong lucu, mukanaya kayak mahapatih
gajah mada. Dia senyum2 aja liat gw “vespa siapa mas bagus bener?” “ini nih
vespanya bapaknya anak ini” gw jawab sambil jempol gw nunjuk bunga, “hmmmm
kenapa vespanya mas trus mau diapain?” mas masno nanya lagi ke gw “tolong di
servica aja mas, ganti oli, sama tolong di cek kampas kopling, rem, ini sama
tali2nya gantiin aja semuanya, dibikin ganteng ya mas vespanya” gw jawab sesuai
penyakit motornya “siap mas” saut mas masno sambil dorong vespanya ke tempat
yang lebih enak biar dia gampang kerjanya. Gw suruh duduk si bunga di sofa trus
gw ambilin teh botol. Abis itu bunga gw tinggal sendirian, gw bantuin mas masno
bongkar motor, biar gw ngerti juga benerin vespa. Sesekali gw liat bunga, doi
sibuk mainin gadgetnya, sambil bibirnya dimaju2in, *aisssssshh berasa gak punya lutut gw liatnya* mana bibirnya mereh
bener lagi. Sekitar setengah jam gw bantuin mas Masno, gw samperin Bunga. “udah
sarapan?” gw nanya ke dia “udah tadi makan permen relax* sama minum prom*g”
Bunga jawab berasa itu makanan pokoknya, lebih penting dari nasi, jagung dan
sagu. “kenyang tuh makan begituan?” gw nanya heran “ya enggaklah, cuman emang
gw gak biasa sarapan yan” dia jawab gitu, dimukanya gak nampakin dia kelaperan
sampe pengen meninggal, emang kuat ini perempuan “yauds makan yuk, disini ada
ketoprak paling enak sejagat *mayoritas orang
jatinegara kaum, cipinang, rawamangun, pasti tau ini tempat ketoprak* bunga langsung diri
ngikutin gw “lebai banget paling enak sejagad, jaminannya apa sampe lu bilang
gitu?” Bunga gak percaya samaa yang gw bilang “yaudah gw bayarin lu ketoprak
sampe muntah” gw jawab seadanya.
DI TEMPAT KETOPRAK PALING ENAK SEJAGAD
“pak pesen dua ya pak makan disini, jangan
pedes2 pak sedeng aja” gw langsung pesen ke bapaknya “kok rame banget ya?”
Bunga nanya sambil matanya nanar liat yang beli “iyeh disni yang dagang sampe
gak keliatan pantatnya gegara ketutupan sama yang beli” gw jawab sesuai
keadaan, emang gak keliatan pantatnya yang dagang. Setengah jam kemudian Bunga
ngoceh “kok belum dateng2 yak, udah abis 3 gelas ini gw esteh(teh gelas yang
gopean)” “udah tunggu aja bentar lagi juga dateng, kalo 10 mnit lagi gak dateng
ketopraknya, kita tebalikin aja gerobaknya, bapaklu kan jendral tuh, selow
jadinya” gw coba tenangin si Bunga. Sepuluh detik kemudian ketopraknya dateng.
“hah finally” cetus bunga sambil dia ngiket rambut sekenanya. Ini nih disini
pemandangan paling gw suka, ngeliat perempuan ngiket rambutnya, apalagi kalo
ngeliatnya gak dari samping gak dari belakang, beeeeuuuuhhhh selesai udah
rrrrrrr. “yaudah selamat makan, baca doa dulu, jangan lupa sendok di tangan
kanan garpu di tangan kiri” cetus gw sebelum makan. Satu suap dua suap, nah di
suapanketiga baru Bunga komentar “iya yah enak bener ketopraknya, pak bungkus
satu lagi tolong ya pak, yang kayak gini” “bener kan apa gw bilang, gw kalo
rekomendasiin makanan mah gak sembarangan” celetuk gw ke Bunga “jadi kan lu
bayarin gw ini ketoprak?” Bunga nagih janji gw “bayarin2 muntah dulu baru gw
bayarin!” gw jawab sesuai perjanian gw tadi. “yah elumah, sayang ini ketoprak
kalo dimuntahin” kata terakhir dari Bunga sebelum ketopraknya abis. Gw selesai
makan, dia juga selesai minum, langsung balik lagi ke bengkel
DI
BENGKEL
“gimana
mas udah selesai?” gw nanya ke mas masno “owh udah nih mas, udah ganteng
sekarang vespanya” mas masno jawab sambil di ngelap tangannya bersihin bekas
oli “percaya deh sama mas masno, ini mas buat beli makan, makasih ya mas” gw
kasih uang tip ke mas masno, sekalian bilang makasih. Udah tuh gw lagnsung
pulang sama Bunga, gw liat Bunga mukanya udah kucel bener.
DI
RUMAH PAK JENDRAL
“akhirnya
nyampe juga ya, masuk dulu yan, biar gw buatin air minum, pa lu mau makan
lagi?” Bunga nawarin gw masuk ke ruang tamu. “owh iya bung, makasih. Anjiiir
makan lagi, emang gw cowok apaan, makan mulu” “yakali lu mau makan lagi, owh
iya mau minum apa yan?” bawain aja sirop dingin satu teko bung, aus bener gw”
gw jawab ke bunga sambil mengiba kalo gw bener2 aus. “aus banget emang yan,
hahaha, oke2 tunggu ya, tenang aja gak selama tukang ketoprak tadi kok” “kalem
bung udah biasa kok nunggu” “cowo tuh ye nunggu mulu, nunggu maut yan?
Hahahaha” “sial lu bung!” 10 menit kemudian bunga dateng sambil bawa seteko
sirop, kue2 cemen, ama martabak sisa semalem, ama dia yang udah ganti daster
warna krem corak bunga kenanga, rambutnya diiket basah2 di deket bagian muka,
abis cuci muka ini perempuan *ini
gw kalo gak rajin minum susu udah lumpuh gw dari tadi, remeg lutut gw* “diminum yan, maaf
seadanya” bunga suruh gw minum “gak usah disuruh bung, ini udah mau gw minum”
“ya kan basa basi yan, eh iya ntar malem abis magrib temenin gw ya ke tempat
sunatan adeknya temen gw, gw males banget kalo sama ajudan ayah gw, ribet yan”
bunga ngasih gw tawaran yang tanpa diskon tanpa promo, tapi gw ada daya dan
upaya buat dapetinnya. “hah sunatan? Ribet amat pake ngundang2 yang gak
bersangkutan, kecuali temenlu yang sunatan” gw alihin pembicaraan biar gak
keliatan senengnya “iya sunat adenya, temen gw juga sekalian ulang tahun” bunga
memperjelas ajakannya “pinter amat itu orang tuanya, biar sekalian, untung
banya kalo gitu mah, yauds ntar malem gw kesini ya, tapi lu izin dulu sama
ayahlu” ya gentar juga gw ama bapaknya, ntar dateng2 mau bawa anaknya, kepala
gw di bedil! #matikcajalah itu namanya “selowww itu gw yang ngatur yan” bis itu
gw pulang ke rumah, dengan perasaan senang, karena entar malem mau pergi sama
Bunga si anak jendral.
JEMPUT
SI BUNGA
Lagi-lagi
penampilan si Bunga, dia pake, ah males gw ngejelasin lagi. Intinya dia cantik
pake, ups hampir aja gw keceplosan, aseli dia cantik banget rambutnya di, eh
rahasia, kali ini dia dandan lebih, lebih gw rahasiain lagi, males gw
ngejelasinnya. “kok lu dandannya gini?” gw tanya ke bunga heran “kenapa jelek
ya?” mukanya bunga patah arang, dia pikir dia jelek “ah engga kok, unik2 kok
gak mainstrean” jawab gw sekenanya sesuai yang gw liat, disitu ada ayahnya,
sekalian gw pamit gaya ketua upacara “lapor, mohon ijin komandan, saya harus
memenuhi permintaan Bunga, laporan selesai” “LAKSANAKAN!!!” “SIAP LAKSANAKAN”
“tolong di jaga ya bunga nak bian, jangan malem2 pulangnya” pesen pak Rafles
“insyaallah pak, assalamuallaikum” “waallaikumsalam” Pak Rafles nutup pintunya
DI
JALAN
Selama perjalanan mestakung (semesta mendukung)
banget dah, ujannya keren, gak gerimis, jadi kayak ada air turun gitu pelan2.
beeuuuhhh, kayak kipas angin di dufan. Si bunga buka percakapan “yan lu gak ada
niatan ganti motor apa yan?” “gak ada tuh kayaknya bung, kalo ganti jadi mobil
mau dah gw” | “emang kenapa yan? Udah seneng ya sama vespa?” | “iya bung, enak
makenya, ya paling bete kalo lagi mogok doang, kenapa lu gak suka ya sama
vespa?” | “ah engga, biasa aja sih gw, Cuma berasa aneh aja cara duduknya” pas
sampe depan komplek rumah temennya, ujannya deres bener, gw mutusin buat neduh
sekalian nitipin motr di pos satpam, biar gak keujanan, ngerinya motor gw mogok
kalo keujanan. “bunga gak papa kan jalan kaki ke dalem?” | “owh iya gak papa
yan, deket kok dari sini, paling 2kilo” yauds gw putusin buat jalan, gw pinjem
payung pak satpam dengan jaminan vespa gw. Nah ini nih momen FTV banget,
sepayung berdua, ujan pula. Kita jalan hati2 banget, pelan2 biar gak masuk ke
genangan air ujan, bunga megangin bagian bawah bajunya biar gak kena cipratan
air, kita lari2 kacil, lompat sana sini ngindarin genangan, dibantuin sama
lampu komplek, biar kita bisa liat genangannya, ketawa2 gak jelas, maen
dorong2an, ketawa2 gak jelas, sampe akhirnya tiba di tujuan.
DI RUMAH TEMENNYA BUNGA
Sampe disana bunga langsung di nyamperin
temennya, kayaknya dia populer bener dah, temen2nya nambut dia kayak apaan tau
dah, peluk lah, teriak2 lah, lompat2 lah, ketawa2 lah, ampe lupa dia gw masih
diluar, 5mnt kemudian dia sadar gw masih diluar, disuruh masuk gw, trus gw
dikenalin sama temen2nya, ada yang namanya, lastri, yayah, sarkonah, konaah,
yurembyak, munasalak, banyak dah, pada lupa gw namanya, owh iya ada juga temen2
cowoknya, namanya, tasdik, kijap, tukiman, ijuk, jedot, wakijan. Si kijap nanya
gw “anak jendral siapa yan?” | “hah? Bukan gw bukan anak jendral, gw anak
pegawai swasta” emang muka gw ada tampang anak jemndral apa “loh kok bisa kenal
sama Bunga?” si kijap nanya gw penasaran “dari google jap, gw searching keywordnya
‘cewe anak jendral yang bisa jadi kenalan’ eh dapetnya si bunga” “hahaha bisa
ajalu yan, Bunga itu mantan gw yan” | “selow jap, mantan adalah jodoh orang
yang lebih dulu bersama kita sebelum kejodohannya di tentukan Tuhan, jadi buat
apalu ngungkit begituan?” ini si kijap gak ngerti dah maksudnya ngasih tau gw
kalo Bunga itu mantannya? Ah mungkin dia masih belum pindah hidup(move on).
Udah jam setengah sembilan, gw sama bunga mutusin buat pulang, biar gak
kemaleman
DIRUMAH
BUNGA
Gw sampe rumahnya jam sembilan lewat 15mnt,
disitu gw sekalian neduh, bukan karena ujan, tapi neduhin hati gw, sama perut
gw, di tempat tadi gw gak ketemu nasi. Gw disuguhin teh manis panas sama
biskuit, sama roti sobek, sama gorengan pisang, sama ciki, banyak dah, disitu bunga
bilang makasih sama gw gara2 udah nganterin dia. Suasana rumahnya di malem hari
masih sama, masih ada bau basah, masih ada tetesan air sisa hujan dari genting,
suara jangkrik yang kayaknya mereka udah apal liriknya sama nadanya, selalu
sama suaranya di mana2, udaranya juga sejuk, gw bisa tarik nafas sepanjang2nya
tanpa hambatan apapun, relax banget dah. Mendadak Bunga nanya gini ke gw “bian
menurutlu pertemuan itu apa?” | “menurut gw pertemuan itu bagian dari
reinkarnasi dari perpisahan” | kok reinkarnasi sih?” | “iya bagian dari
reinkarnasi perpisahan, kan yang namanya ada pertemuan pasti ada perpisahan,
muter2 disitu aja, kalo menurutlu apa? | “pertemuan menurut gw itu keabadian,
karena gak ada yang namanya perpisahan, kita ketemu nih sekarang, iya gw tau
kita akan pisah, tapi gw yakin kita ketemu lagi di konsep yang beda nantinya” |
“iyah2 bisa jadi, kalo kita punya ‘mata’ yang sama” | “kalo lu paling takut
ketemu apa atau siapa yan?” | “ketemu dosen pembimbing gw, trus dia mau revisi
skripsi gw, ketemu penagih utang, yang pas itu gw lagi gak punya uang” | “kalu
lu bung, takut ketemu apa?” | “hmmmm ketemu sama perpisahan” | “lah kan lu gak
percaya sama perpisahan?” | “iya gw gak
percaya, gw selalu mikirnya pasti ada pertemuan lagi di konsep yang beda, Cuma
kan harus lewatin perpisahan dulu, trus dari perpisahan sampe ketemu lagi itu
berapa lama biaaaaannnn?” tiba2 bunga ngomong gitu lirih, kayak ada kantong2
udara yang ketahan di dadanya, kayak ada air yang gak bisa di bendung lagi di
kelopak matanya. Gw Cuma bisa diem ngeliat itu semua, gak lama semuanya
kejadian, kantung udara yang ada di dadanya keluar jadi segukan gak beraturan,
air mata yang udah ngegenang di kelopak, turun pelan, kayaknya mereka udah tau
harus kemana mengalir.......
Bersambung dulu aja ah, pegel gw ngetinya




















